Debug: Operator dan Operand Dalam Pemrograman (Seri Pengenalan Pemrograman #5)
![]() |
| Photo by Dan Lohmar on Unsplash |
Kita telah mengetahui apa itu pemrograman, variabel dan tipe-tipe data yang akan kita proses. Saat ini, kita akan membahas bagaimana operator bekerja dan kapan kita menggunakan operator tersebut.
Pengertian Operator
Tanpa operator, sebuah program besar pastinya tidak akan pernah bisa terbentuk. Operator memegang peranan besar dalam pemrosesan data, bahkan selalu digunakan. Operator adalah sebuah tanda atau karakter yang memiliki makna dan akan menjalankan perannya jika digabungkan dengan operand atau data yang akan diproses. Contohnya, tanda +, jika kita tulis biasa “ + ”, maka tanda tambah itu hanya bermakna sebagai karakter biasa. Jika kita tambahkan data / operand seperti 5 + 6, barulah tanda + berperan sebagai operator.
Jadi, operator adalah sebuah tanda yang digunakan untuk memproses data, baik yang disimpan di dalam variabel atau langsung dipanggil, dan kita sebut data tersebut sebagai operand.
Jenis-Jenis Operator
Dalam pemrograman, ada banyak
operator-operator yang kita gunakan untuk memproses data, tidak hanya operator
aritmatika saja, dan terkadang operator-operator tersebut bisa kita gabungkan
dan saling mempengaruhi.
Jenis operator ini sudah sangat akrab dengan kita. Sejak kita belajar di sekolah, kita pasti sudah dikenalkan dengan operator ini. Singkatnya, operator artimatika ini dikhususkan untuk mengolah data/variable/operand yang bertipe integer atau number. Operator ini yang berfungsi melakukan kalkulasi. Berikut, contoh operator-operator dalam bahasa permograman yang umum, contoh ini ditulis dalam Javascript.
| Operator Aritmatika |
2.
| Operator Increment dan Decrement |
Jenis
operator ini melakukan perhitungan otomatis terhadap variabel yang dikenakannya
sebanyak 1. Tentunya, hanya tipe data angka / integer / number yang bisa menggunakan
operator ini. Operator ini paling sering kita gunakan ketika kita telah
memasuki materi control flow perulangan yang akan dibahas pada postingan
lainnya.
| Increment dan Decrement |
Terdapat
perbedaan antara penulisan i++ (post-increment) dengan ++i (pre-increment).
Jika i++, maka artinya variable i akan digunakan dulu, baru di increment. Jika
++i, maka variable i dijumlahkan dulu, baru digunakan.
| Contoh Post-Increment dan Pre-Increment |
Dengan
i++, ketika kita ingin memasukkan i++ ke variable a, maka i akan dimasukkan ke
a dulu, baru setelah itu i ditambahkan. Dengan ++i, variable i akan dijumlahkan
dulu baru dimasukkan ke variable a.
Sebenarnya,
operator increment dan decrement merupakan penyingkatan dari operator penugasan
i = i + 1 (i++) dan i = 1 + i (++i).
3. Operator Konkatenisasi
Jika operator aritmatika mengolah
angka, maka operator konkateinasi (concate) ditujukan untuk mengolah string.
Tujuannya hanya satu, yaitu menghubungkan beberapa string menjadi satu kalimat,
atau beberapa char menjadi satu string. Operatornya pun hanya satu, dan itu
disesuaikan dengan bahasa pemrograman. Contoh, pada javascript menggunakan
tanda + antar string. Di php, menggunakan tanda . (titik) sebagai operator
concate string.
| Operator Konkatenasi (Penggabungan String) |
4. Operator Penugasan
Operator
ini akan melakukan penugasan suatu data ke dalam variabel. Analoginya sepert
ini, postSatpam1 = “Andre”, artinya Andre ditugaskan untuk menjaga di
postSatpam1. Dalam pemrograman, ada banyak jenis operator penugasan yang bisa
kita gunakan.
| Operator Penugasan |
Operator
penugasan yang digabungkan dengan operator aritmatika, akan melakukan nilai
perhitungan terhadap variable a dan hasilnya akan langsung ditimpakan ke variable
a.
5. Operator Perbandingan
Operator
ini membandingkan hubungan antara dua data. Operator ini akan sering kita
gunakan ketika kita melakukan pengecekan sebuah kondisi, yang akan dibahas
lebih lanjut di mater kontrol flow pengkondisian.
| Operator Perbandingan |
Dari contoh diatas, terdapat perbedaan ketika kita menggunakan == dan ===, != dan !===. Apa artinya? Tanda === dan !== merupakan operator identitas perbandingan, dimana yang dibandingkan bukan hanya value dari variable, tetapi juga tipe data yang turut diperbandingkan.
Variabel a merupakan tipe data integer dengan nilai 10, dan variable b adalah tipe data string dengan nilai 10. Ketika kita membandingkan 10 dengan “10”, secara value sama, tetapi secara tipe data berbeda.
6. Operator Logika
Operator
logika, akan selalu menghasilkan nilai true atau false. Operator ini akan
sering kita gunakan ketika kita memasuki materi control flow if else /
pengkondisian. Secara umum, yang digunakan hanyalah and, or, dan not, meskipun
ada juga operator logika (disebut gerbang logika) lainnya seperti XOR.
| Operator Logika |
7. Operator Ternary
Operator ini merupakan operator pengkondisian sederhana karena hanya sebaris dan hasil dari operator ini hanya ada 2 kemungkinan. Hampir semua bahasa pemrograman memiliki operator ini, namun ada juga yang mengakalinya sehingga seakan-akan memiliki operator jenis ini, contohnya pada python. Operator ini hanya terdiri dari pemeriksaan kondisi, jika kondisi benar, dan jika kondisi salah.
| Operator Ternary |
Sebagai tambahan, ada karakter khusus yang digunakan untuk memberikan komentar pada source code kita. Komentar ini akan menjadi dokumentasi dan penjelasan dari baris koding yang kita buat sehingga kedepannya, memudahkan untuk perawatan system dan kerja sama dalam tim. Baris komentar ini juga tidak akan ikut diterjemahkan ke bahasa mesin.
| Penulisan Komentar Pada Javascript |
Ada banyak macam cara untuk membuat komentar, dan terkadang perlu disesuaikan dengan bahasa pemrograman yang digunakan.
Operand dan Operator
Ketika memproses sebuah program, maka
operand atau data atau isi dari variabel akan disandingkan dengan operator.
Dalam pemrosesan, sebuah operator tentunya membutuhkan operand dan jumlahnya
bisa beragam.
- Operator
Unary: Operator ini hanya membutuhkan satu operand saja untuk melakukan
proses. Contoh: Operator Increment dan Decrement
- Operator Binary: Operator ini membutuhkan 2 operand untuk memproses data. Contohnya pada operator perbandingan yang selalu menggunakan 2 operand.
Apakah operator aritmatika termasuk operator binary? Bisa dibilang seperti itu. Namun, dalam penggunaannya, mungkin saja kita melakukan perhitungan melibatkan lebih dari 2 operand, bahkan bisa sebanyak yang dimungkinkan.
Contoh Penggunaan Operator
Dalam membuat baris program, bukan hal yang tidak mungkin jika suatu saat kita menggabungkan satu atau lebih operator dalam pemrosesan data. Nantinya, operator-operator ini akan saling berhubungan dan saling mendukung proses data yang sedang berlangsung. Berikut beberapa contoh mengenai penggunaan operator dalam memproses data.
| Penggunaan operator ternary, operator perbandingan, dan operator aritmatika |
Jadi itu pembahasan kita kali ini mengenai operator. Ketika kita memahami konsep dasar dari fungsi-fungsi operator ini, maka kita bisa membuat program yang lebih baik lagi dengan membuat baris kode yang lebih efisien dapat menggunakannya sesuai dengan keadaan.
Berikutnya kita akan mempelajari konsep dasar apa yang dilakukan oleh sebuah program, tidak peduli apapun bahas pemrogramannya. Pastinya kita akan mulai memasuki bahasan tentang pemrograman lebih jauh lagi. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan manfaatkan kolom komentar. Jadi ditunggu saja postingan Debug berikutnya, masih di seri pengenalan pemrograman dasar.

Komentar
Posting Komentar